Edukasi Peran Serangga sebagai Komponen Ekosistem Perkebunan dalam Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Siswa SDN Pasauran 1

Penulis

  • Huda Musthopa Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
  • Azmy Febryansyah Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
  • Raihan Imam Hanafiah Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
  • Rifan Oktadiansyah Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
  • Riski Andrian Jasmi Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52436/1.jpmi.4535

Kata Kunci:

Edukasi Serangga, Ekosistem Perkebunan, Siswa Sekolah Dasar

Abstrak

Serangga merupakan komponen penting dalam ekosistem perkebunan karena berperan sebagai penyerbuk, pengurai bahan organik, dan predator alami hama tanaman. Namun, pemahaman siswa sekolah dasar mengenai fungsi ekologis serangga masih rendah dan sering dipengaruhi persepsi negatif yang menganggap serangga hanya sebagai hama. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang menghubungkan konsep biologi dengan lingkungan nyata agar siswa dapat memahami peran serangga secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang serangga dan kesadaran lingkungan bagi siswa kelas VI SDN Pasauran 1 melalui edukasi peran serangga sebagai komponen ekosistem perkebunan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 37 siswa yang dipilih melalui teknik total sampling. Prosedur penelitian meliputi pemberian pretes, pembelajaran kontekstual melalui ceramah interaktif dan diskusi yang dikaitkan dengan lingkungan perkebunan sekitar, serta postes untuk mengukur peningkatan pemahaman. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui perhitungan rata-rata nilai dan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pretes 61,35 meningkat menjadi 79,73 pada postes dengan nilai N-gain 0,48 (kategori sedang). Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai serangga sebagai komponen ekosistem perkebunan cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan bagi siswa sekolah dasar.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

I. K. N. Diatmika, “Penerapan Pembelajaran Kontekstual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA,” J. Ilm. Sekol. Dasar, vol. 2, no. 4, pp. 436–445, 2018, [Online]. Available: https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JISD/index%0ALOGO

I. R. Ferdiansyah, N. Hermita, A. A. Fatmawaty, and A. Saylendra, “Peran Serangga Tanah Dalam Budidaya Talas Beneng di Karangtanjung,” JIA (Jurnal Ilm. Agribisnis) J. Agribisnis dan Ilmu Sos. Ekon. Pertan., vol. 9, no. 2, pp. 114–125, 2024, [Online]. Available: http://doi.org/10.37149/JIA.v9i2.1157%250

I. G. W. Tapa, N. Dantes, and I. M. Gunamantha, “Model Discovery Learning Berbasis Masalah Kontekstual Mempengaruhi Hasil Belajar IPA dan Self Regulated Learning Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar,” J. Imiah Pendidik. dan Pembelajaran, vol. 7, no. 2, pp. 305–315, 2023, [Online]. Available: https://doi.org/10.23887/jipp.v7i2.60595

S. A. Kharismawati, “Penerapan Pembelajaran Kontekstual Melalui Pengamatan Pertumbuhan Kacang Hijau Siswa Sekolah Dasar,” J. Gentala Pendidik. Dasar, vol. 8, no. 1, pp. 77–88, 2023, [Online]. Available: http://online-journal.unja.ac.id/index.php/gentala

A. A. Armadi, and I. Y. M. Dewi, “Peningkatan Hasil Belajar IPAS di Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran Kontekstual: Peran Media Mind Mapping,” Pendas J. Ilm. Pendidik. Dasar, vol. 10, no. 1, pp. 231–246, 2025.

R. R. Hake, “Interactive-engagement versus traditional methods?: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses Interactive-engagement versus traditional methods?: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introduc,” vol. 64, no. 1998, 1998, doi: 10.1119/1.18809.

M. Veja?ka, “Efficiency of eLearning Educational Process in the Course of Electronic Services in Banking,” Univers. J. Educ. Res., vol. 8, no. 12, pp. 6527–6535, 2020, doi: 10.13189/ujer.2020.081218.

D. H. Schunk, Learning Theories: An Educational Perspective. Greensboro: University of North Carolina, 2012.

M. J. Gomez, “The Impact of Inquiry-Based Learning in Science Education: A Systematic Review of Student Engagement and Achievement,” J. Educ. Learn. Manag., vol. 2, no. 2, pp. 353–363, 2025, [Online]. Available: https://doi.org/10.69739/jelm.v2i2.1143

C. D. Harnanti and Sutama, “Environmental-Based Science Learning Process in Elementary Schools,” Atlantis, vol. 757, pp. 402–410, 2023, doi: 10.2991/978-2-38476-086-2.

V. A. Madale et al., “Enhancing students’ conceptual understanding through contextualized STEM approach: advancing science literacy in health and education,” Semin. Med. Writ. Educ., vol. 4, no. 712, pp. 1–9, 2025, doi: 10.56294/mw2025712.

O. Tutal and T. Yazar, “ACTIVE LEARNING IMPROVES ACADEMIC ACHIEVEMENT AND LEARNING RETENTION IN K-12 SETTINGS?: A META-ANALYSIS,” vol. 18, no. 3, 2023.

M. D. Ya?ar, “Evaluation of cooperative learning in science education?: A mixed-meta method study,” vol. 12, no. 3, pp. 411–427, 2024.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-05-11

Cara Mengutip

Musthopa, H., Febryansyah, A., Hanafiah, R. I., Oktadiansyah, R., & Jasmi, R. A. (2026). Edukasi Peran Serangga sebagai Komponen Ekosistem Perkebunan dalam Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Siswa SDN Pasauran 1. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 6(2), 455-462. https://doi.org/10.52436/1.jpmi.4535