PENDAMPINGAN PEMBUATAN COOKIES KELOR SEBAGAI CEMILAN SEHAT CEGAH STUNTING

Penulis

  • Juwitriani Alwi Program Studi Gizi, Institut Kesehatan dan Teknologi Buton Raya
  • Fitriyanti Musrif Program Studi Kebidanan, Institut Kesehatan dan Teknologi Buton Raya
  • Nur Hayati Program Studi Administrasi Kesehatan, Institut Kesehatan dan Teknologi Buton Raya
  • Indah Yun Diniaty Rosidi Program Studi Kebidanan, Institut Kesehatan dan Teknologi Buton Raya
  • Besse Dahlia Program Studi Gizi, Institut Kesehatan dan Teknologi Buton Raya
  • Abdul Fandir Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Tadulako

DOI:

https://doi.org/10.52436/1.jpmi.4682

Kata Kunci:

Cegah Stunting, Cemilan Sehat, Cookies Kelor, Gizi Masyarakat, Pendampingan

Abstrak

Desa Wabula Kecamatan Wabula merupakan salah satu desa terletak pada Kabupaten Buton yang memiliki prevalensi angka stunting tertinggi di Indonesia. Padahal Desa Wabula memiliki potensi pangan yang sangat baik namun belum dimanfaatkan dengan maksimal dalam perannya pencegahan masalah stunting. Pengabdian kepada masyarakat ini  bertujuan  untuk  memberikan  pendampingan pembuatan cookies kelor sebagai cemilan sehat cegah stunting. Metode yang digunakan meliputi observasi untuk mengidentifikasi  masalah  yang  dihadapi  mitra,  persiapan  materi  pelatihan  yang  sesuai,  pelaksanaan pelatihan dan pendampingan pembuatan cookies kelor berdasarkan buku panduan yang telah memiliki Hak Cipta Sederhana, serta evaluasi untuk  mengukur  tingkat  pemahaman  peserta  setelah  pendampingan, Hasil  kegiatan  menunjukkan  bahwa pemahaman peserta terhadap pembuatan cookies kelor dari 5% pada pretest menjadi 80% pada posttest. Umpan balik dari kuesioner menunjukkan kepuasan tinggi terhadap materi, sarana, dan manfaat pendampingan. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta yang akan membantu memberikan solusi.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

R. Anwar, J. Alwi, and W. Suiyarti, “The Relationship between the Level of Knowledge and Attitude of Mother Toward the Incidence of Stunting in Liwuto Village , Kokalukuna Subdistrict , Baubau City,” J. Eduhealth, vol. 14, no. 02, pp. 511–515, 2023.

UNICEF, “Levels and trends child malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank Group Joint Child Malnutrition Estimates,” Geneva WHO, vol. 24, no. 2, pp. 1–16, 2020, [Online]. Available: https://www.who.int/publications/i/item/9789240003576

World Health Organization, “World Health Organization,” 2013, [Online]. Available: http://www.who.int/en/

Kemenkes RI, “SSGI 2024: Survei Status Gizi Indonesia dalam Angka,” Indonesia, 2024.

WHO, “Global Nutrition Target 20230: Stunting Brief,” 2025.

WHO, “Global Nutrition Targets 2025 Stunting Policy Brief,” Switzerland, 2023. [Online]. Available: www.who.int/nutrition

S. Katmawanti and D. A. Samah, “Tinjauan Manfaat Daun Kelor (Moringa Oleifera) untuk Pencegahan Stunting pada Balita,” Life anf Heal. J. J. Ilmu Kesehat., vol. 1, no. 1, pp. 21–29, 2025.

Z. Islam, S. M. R. Islam, F. Hossen, K. Mahtab-ul-islam, R. Hasan, and R. Karim, “Review Article Moringa oleifera is a Prominent Source of Nutrients with Potential Health Benefits,” vol. 2021, no. July 2015, 2025.

Sarni, H. Hamzah, A. Malik, and Khadijah, “Analisis Kandungan Vitamin C Daun Kelor (Moringa oleifera Lam) Pada Ketinggian Berbeda di Kota Baubau,” Techno, vol. 9, no. 1, 2020.

H. Hamzah and N. R. Yusuf, “ANALISIS KANDUNGAN ZAT BESI ( Fe ) PADA DAUN KELOR ( Moringa oleifera Lam ) YANG TUMBUH DENGAN KETINGGIAN BERBEDA Analysis of Ferrum Content ( Fe ) in The Kelor Leaves ( Moringa oleifera Lam ) With The Height Growing Areas In Baubau a b c,” Indo. J. Chem. Res, vol. 6, no. 2, pp. 88–93, 2019.

M. K. Yansah, M. R. A. P. Putra, S. Lailatul, and Yuliano, “Moringa Leaf Cookies: A Nutritious Snack to Prevent Stunting in Sawocangkring Village,” Indones. J. Cult. Community, vol. 16, no. 1, 2024, doi: 10.21070/ijccd.v16i1.1158.

N. M. Kasih, G. H. Maulana, S. Khasanah, M. Lutfi, A. A. Azifa, and D. L. Pater, “Inovasi Pemanfaatan Daun Kelor Menjadi Puding Anti Stunting,” J-Abdimastek, vol. 3, no. 2, 2024, doi: https://doi.org/10.32528/abdimastek.v3i2.2470.

A. N. Rohman and S. Rahmawaty, “Literature Review . The acceptability of Moringa Leaf ( Moringa Oleifera ) enriched foods in Indonesia Literatur Review . Penerimaan makanan yang diperkaya dengan Daun Katuk ( Moringa Oleifera ) di Indonesia Abstrak,” vol. 9, no. 2, pp. 371–378, 2024, doi: 10.30867/action.v9i2.1588.

O. Cahyaningsih, O. Trihastuti, and D. Retnaningrum, “The Utilization of Moringa Leaves ( Moringa Oleifera ) as a Nutritional Supplement in Preventing Stunting in Toddlers?: Nutrition Study and the Impact of Routine,” Proc. Int. Conf. Heal. Sci. Pract. Educ., pp. 956–968, 2024.

J. Alwi, B. Dahlia, M. S. Ibrahim, A. Fandir, Ri. Anwar, and Hurfiati, “Comparative of Moringa ( Moringa oleifera ) Cookies and Capsules on Hemoglobin Levels in Adolescent Girls with Iron Deficiency Anemia Perbandingan Pemberian Cookies dan Kapsul Daun Kelor ( Moringa oleifera ) dalam Upaya Meningkatkan Kadar Hemoglobin pada,” Media Gizi Kesmas, vol. 14, no. 1, pp. 87–93, 2025, doi: https://doi.org/10.20473/ mgk.v14i1.2025.87-93.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-06-19

Cara Mengutip

Alwi, J., Musrif, F., Hayati, N., Rosidi, I. Y. D., Dahlia, B. ., & Fandir, A. (2026). PENDAMPINGAN PEMBUATAN COOKIES KELOR SEBAGAI CEMILAN SEHAT CEGAH STUNTING. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 6(3), 598-604. https://doi.org/10.52436/1.jpmi.4682