Pemanfaatan Bubuk Daun Kelor sebagai Sumber Gizi Makanan Tambahan Balita dalam Menekan Prevalensi Stunting di Desa Walatana
DOI:
https://doi.org/10.52436/1.jpmi.4434Kata Kunci:
bubuk daun kelor, Desa Walatana, pemberdayaan masyarakat, pengabdian masyarakat, stuntingAbstrak
Masalah stunting masih menjadi tantangan besar dalam kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Desa Walatana yang memiliki prevalensi stunting yang tinggi. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kemiskinan ekstrem, kurangnya pengetahuan gizi, dan keterbatasan akses terhadap pangan bergizi. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada potensi lokal. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai bahan pangan bergizi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Desa Walatana mengenai pentingnya pemberian makanan bergizi kepada balita dan cara mengolah daun kelor menjadi bubuk yang dapat digunakan sebagai Makanan Pendamping ASI (PMT). Melalui pelatihan, pendampingan, dan sosialisasi, diharapkan masyarakat dapat memproduksi bubuk daun kelor secara mandiri dan meningkatkan gizi anak-anak balita di desa tersebut. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang gizi, keterampilan dalam pengolahan bahan pangan lokal, dan keberhasilan dalam memproduksi serta memasarkan bubuk kelor. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat dan pengurangan prevalensi stunting di Desa Walatana.
Unduhan
Referensi
Y. Suhartono et al., “Study on the Prevalence of Stunting in Walatana Village,” Journal of Public Health Research, vol. 15, no. 3, pp. 22–30, 2019.
D. Suhartono and D. Fitria, “Moringa Oleifera as a Nutritious Supplement for Stunting Prevention in Remote Villages,” Nutritional Science Journal, vol. 8, no. 2, pp. 35–45, 2020.
M. D. Hossain et al., “Nutritional Value of Moringa Leaves for Combating Malnutrition,” Agricultural Research Journal, vol. 8, no. 4, pp. 1–6, 2018.
A. Fuglie, “The Role of Moringa in Nutrition Improvement,” Food and Nutrition Bulletin, vol. 32, no. 1, pp. 45–52, 2011.
A. Ghirade et al., “The Nutritional Benefits of Moringa Leaves,” Journal of Food Science and Technology, vol. 13, no. 2, pp. 54–67, 2018.
A. Leone et al., “Moringa oleifera Leaves as a Functional Food,” International Journal of Molecular Sciences, vol. 20, no. 7, pp. 1–18, 2019.
W. Wulandari et al., “Community Empowerment through Local Resource Management,” Community Development Journal, vol. 12, no. 4, pp. 10–20, 2020.
A. Fauzi and T. Saputra, “Education-Based Intervention in Stunting Prevention,” Journal of Community Health, vol. 15, no. 1, pp. 50–60, 2021.
R. Pratiwi et al., “Food Safety Practices in Small-Scale Community Production,” Journal of Food Safety, vol. 41, no. 3, pp. 1–10, 2021.
L. Rahman et al., “Drying Techniques and Nutritional Retention in Leafy Vegetables,” Food Processing and Preservation Journal, vol. 44, no. 2, pp. 1–12, 2020.








