Optimalisasi Program Pengembangan UMKM di Buleleng: Coaching Clinic Dan Inkubator Bisnis
DOI:
https://doi.org/10.52436/1.jpmi.3625Kata Kunci:
Coaching Clinic, Daya Saing, Inkubator Bisnis, Kapasitas UMKM, Pemasaran DigitalAbstrak
Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Buleleng menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses pembiayaan, kurangnya pengetahuan manajerial, serta kesulitan dalam pemasaran produk. Program Coaching Clinic dan Inkubator Bisnis diselenggarakan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM lokal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pelatihan interaktif, pendampingan praktis, dan sesi diskusi bersama narasumber dari berbagai bidang, termasuk pemasaran digital dan lembaga keuangan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta terkait pemasaran digital (rata-rata peningkatan skor pre-test dan post-test sebesar 37%), serta peningkatan kemampuan dalam membuat materi promosi. Dampak dari kegiatan ini tidak hanya terlihat pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada terbentuknya jejaring antara pelaku UMKM dan pemangku kepentingan, yang membuka peluang kolaborasi di masa depan. Program ini terbukti efektif dan dapat direplikasi untuk pengembangan UMKM di wilayah lain.
Unduhan
Referensi
M. Abdullah and F. Hilman, “Enhancing small business marketing through digital innovation,” J. Bus. Stud., vol. 12, no. 4, pp. 203–219, 2021.
N. Azizah, D. T. S. Ardam, M. H. B. Prasetya, and K. Sanata, “Pemanfaatan E-Commerce dalam Mendukung Pemasaran UMKM pada Masa PPKM di Kelurahan Pucanganom, Sidoarjo, Jawa Timur,” in Prosiding Seminar Nasional Administrasi Bisnis (SINABIS), 2021, p. 134.
BPS Kabupaten Buleleng, Statistik UMKM Kabupaten Buleleng, Buleleng: BPS, 2020.
J. Davis and L. Smith, “Business incubators and their role in supporting SMEs: A review,” Int. J. Bus. Dev., vol. 8, no. 3, pp. 87–102, 2019.
R. Fadhila and T. Suharyanto, “Digital marketing strategies for MSMEs in Indonesia: A case study,” J. Econ. Bus., vol. 25, no. 2, pp. 189–200, 2020.
I. Ghozali, Structural Equation Modeling: Concepts and Applications, Semarang: Universitas Diponegoro Press, 2016.
R. Harris, “Building resilient SMEs through digital literacy training,” Small Bus. J., vol. 15, no. 1, pp. 45–62, 2020.
Kementerian Koperasi dan UKM, Perkembangan UMKM di Indonesia: Tantangan dan Peluang, Jakarta: Kemenkop UKM, 2021.
Y. Lee and S. Carter, “The importance of financial literacy for SMEs,” J. Financial Stud., vol. 9, no. 5, pp. 120–135, 2017.
OECD, Enhancing SME Competitiveness: The Role of Innovation and Finance, Paris: OECD Publishing, 2018.
Otoritas Jasa Keuangan, Literasi Keuangan untuk Pengembangan UMKM, Jakarta: OJK, 2021.
H. Purwanto, “Strategi pengemasan produk yang efektif untuk UMKM di era digital,” J. Pemasaran Indones., vol. 15, no. 3, pp. 310–324, 2022.
A. Smith, M. Johnson, and T. Brown, “Collaborative business models for SME growth: A global perspective,” Int. Bus. Rev., vol. 12, no. 6, pp. 560–578, 2019.
Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, Bandung: Alfabeta, 2017.
E. Sukmanasa, L. Novita, and A. Maesya, “Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Media Pembelajaran Powtoon pada Guru-Guru di Lingkungan Gugus I Bogor Tengah Kota Bogor,” J. PkM (Pengabdian kpd. Masyarakat), vol. 3, no. 3, pp. 231–241, 2020.
C. Teddlie and A. Tashakkori, Foundations of Mixed Methods Research: Integrating Quantitative and Qualitative Approaches in the Social and Behavioral Sciences, Thousand Oaks, CA: Sage Publications, 2009.
UNESCO, Promoting Entrepreneurship in Developing Economies, Paris: UNESCO Press, 2020.
N. S. Yunas, A. I. Hakim, and A. N. Alisa, “Penguatan Kapasitas Perempuan dan Generasi Muda Dalam Pengembangan Industri Kreatif Desa Melalui Komunitas Ruang Inovasi Kabupaten Jombang,” Surya Abdimas, vol. 6, no. 3, pp. 471–480, 2022.


