Pengembangan Desa Wisata Berbasis Nilai-Nilai KeJogjaan dalam Pengelolaan Laboratorium Technical and Vocational Education and Training

Authors

  • Eka Nur Wahyu Setyorini Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
  • Putu Sudira Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
  • Eko Marpanaji Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
  • Priyanto Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
  • Septiono Eko Bawono Fakultas Teknik, Universitas Gunungkidul, Indonesia
  • Yoga Sahria Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
  • Iswardani Galihrukmi Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
  • Nur Wahyuni Program Studi Seni Kuliner, Akademi Kesejahteraan Sosial, AKK Yogyakarta, Indonesia
  • Daffa Abiyyu Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
  • Zulfa Anwari Sekolah Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
  • Wiji Nurastuti Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Amikom Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52436/1.jpmi.4273

Keywords:

Daya Tarik, Desa Wisata, Destinasi Wisata, Manajemen Pengelolaan, Pelatihan

Abstract

Pengembangan desa wisata merupakan salah satu strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal. Abstrak ini membahas pengembangan Desa Wisata Berbasis Nilai-Nilai KeJogjaan yang diintegrasikan dalam pengelolaan Laboratorium Technical and Vocational Education and Training (TVET) sebagai wahana pembelajaran terapan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan identitas budaya lokal. Nilai-nilai KeJogjaan, seperti unggah-ungguh, gotong royong, tepa selira, serta filosofi hamemayu hayuning bawana, dijadikan landasan dalam perancangan model pengelolaan desa wisata yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan. Laboratorium TVET berfungsi sebagai pusat pembelajaran berbasis praktik yang menghubungkan institusi pendidikan dengan masyarakat desa melalui transfer keterampilan, pendampingan usaha, serta pengembangan produk dan layanan wisata. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa, tenaga pendidik, dan masyarakat untuk berkolaborasi dalam mengelola potensi desa, mulai dari sektor pariwisata, ekonomi kreatif, hingga layanan pendukung wisata. Integrasi nilai budaya KeJogjaan dalam tata kelola laboratorium TVET tidak hanya memperkuat karakter dan etika kerja peserta didik, tetapi juga meningkatkan daya tarik desa wisata sebagai destinasi yang autentik dan berkarakter. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa model desa wisata berbasis nilai-nilai KeJogjaan yang dikelola melalui laboratorium TVET mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat kelembagaan desa, serta menciptakan peluang ekonomi baru yang berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan menjadi model replikasi bagi pengembangan desa wisata di wilayah lain dengan karakteristik budaya yang serupa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

UNWTO. (2017). Tourism and the Sustainable Development Goals. World Tourism Organization.

Suansri, P. (2018). Community based tourism handbook. Responsible Tourism Thailand.

OECD. (2020). Tourism trends and policies 2020. OECD Publishing.

Riyadi, S., & Haryanto, T. (2019). Local wisdom and community-based tourism development in Yogyakarta. Journal of Indonesian Social Sciences, 11(2), 85–97.

Susilo, D., Wibowo, A., & Santosa, I. (2021). Cultural values and sustainable tourism governance in Java. Tourism Planning & Development, 18(4), 420–436.

Ashley, C., & Mitchell, J. (2016). Tourism and inclusive growth. ODI Working Paper.

Bawono, I. R., Nugroho, L., & Prasetyo, P. E. (2024). Life-based learning and community empowerment in rural development. Journal of Rural Studies, 98, 102–114.

UNESCO-UNEVOC. (2018). TVET and the transition to sustainable development. UNESCO.

McGrath, S., Powell, L., & Papier, J. (2020). Technical and vocational education and training for sustainable development. International Journal of Educational Development, 75, 102–113.

Bawono SE, Sudira P, Nugraheni M, Prihandini TF, Sahria Y. Recognition of the vocationalization process in tourism villages as potential sources of non-formal education in Indonesia: a TVET framework perspective. J Pendidik Teknol dan Kejuru. 2024;30(1):33–50.

Richards, G. (2018). Cultural tourism: A review of recent research and trends. Journal of Hospitality and Tourism Management, 36, 12–21.

Zhang, Y., & Smith, M. (2022). Authenticity, culture, and rural tourism experience. Annals of Tourism Research, 92, 103–118.Sudira P, Triyono MB. Optimalisasi Potensi Budaya Dan Lingkungan Desa Wisata Segajih, Hargotirto, Kokap, Kulon Progo Berbasis Pemberdayaan Masyarakat. 2020;358–72.

Sudira P, Sahria Y, Pardjono P, ... Pendampingan Penilaian Anugerah Desa Wisata (ADWI) Upaya Desa Segajih dalam Mewujudkan Keberlanjutan Global Destinasi Pariwisata. Dimasejati J … [Internet]. 2023;5(2):80–94. Available from: https://jurnal.syekhnurjati.ac.id/index.php/dimasejati/article/view/13698%0Ahttps://jurnal.syekhnurjati.ac.id/index.php/dimasejati/article/download/13698/5670

Putri GE, Sudira P, Sofyan H, Mutohhari F, Saputro IN, Ramadhan MA. Determining green technology usage behaviour in vocational education and learning. Multidiscip Sci J. 2025;7(9):1–11.

Bawono SE, Sahria Y, Fara T, Sudira P, ... Desa Wisata Segajih Smart Marketing Tourism. Pros Semin … [Internet]. 2023;7. Available from: https://ejournal.jak-stik.ac.id/index.php/sentik/article/view/3446%0Ahttps://ejournal.jak-stik.ac.id/index.php/sentik/article/view/3446/689.

Published

2026-02-28

How to Cite

Setyorini, E. N. W., Putu Sudira, Eko Marpanaji, Priyanto, Septiono Eko Bawono, Yoga Sahria, Iswardani Galihrukmi, Wahyuni, N., Daffa Abiyyu, Zulfa Anwari, & Nurastuti, W. (2026). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Nilai-Nilai KeJogjaan dalam Pengelolaan Laboratorium Technical and Vocational Education and Training. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 6(1), 24-34. https://doi.org/10.52436/1.jpmi.4273