Penyuluhan Interaktif Partisipatif untuk Meningkatkan Literasi Pengobatan Mandiri Sakit Maag di Desa Wairkoja, Kabupaten Sikka
DOI:
https://doi.org/10.52436/1.jpmi.4028Keywords:
Antasida, Penyuluhan, Sakit Maag, Swamedikasi, Tingkat PengetahuanAbstract
Pengobatan mandiri atau swamedikasi sakit maag merupakan upaya mandiri masyarakat dalam mengatasi keluhan maag menggunakan obat tanpa resep dokter. Penggunaan obat tanpa pengawasan medis berisiko jika tidak didasari pengetahuan yang memadai dan dapat berujung pada penggunaan obat yang tidak rasional dan berbahaya. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait swamedikasi yang aman dan rasional. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Wairkoja, Kabupaten Sikka, tentang swamedikasi sakit maag melalui penyuluhan interaktif. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi melalui presentasi PowerPoint, peragaan obat, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Penyuluhan diikuti oleh 34 peserta, mayoritas perempuan (88%) dan berusia dewasa (88%). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan tingkat pengetahuan, di mana sebelum penyuluhan 50% peserta berada pada kategori pengetahuan rendah, 32% sedang, dan 18% tinggi. Setelah penyuluhan, 82% peserta berada pada kategori pengetahuan tinggi, 12% sedang, dan hanya 6% yang tetap pada kategori rendah (p = 0,001). Peningkatan pengetahuan terbesar terjadi pada aspek teknis penggunaan antasida dan pemahaman tanda bahaya sakit maag. Kegiatan ini efektif meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dalam swamedikasi sakit maag, khususnya peningkatkan kesadaran masyarakat tentang aturan minum antasida yang benar.
Downloads
References
C. J. Black et al., “British Society of Gastroenterology guidelines on the management of functional dyspepsia,” Gut, vol. 71, no. 9, pp. 1697–1723, 2022, doi: 10.1136/gutjnl-2022-327737.
N. Kurniawati, “Swamedikasi Sakit Maagh,” in Apoteker dan Swamedikasi, 1st ed., A. Prodyanatasari, Ed. Malang: Future Science, 2025, pp. 193–207. [Online]. Available: https://book.futuresciencepress.com/store/dashboard/sample/Apoteker dan Swamedikasi2025-02-0903:54:37_imagezz.pdf
BPS, “Persentase Penduduk yang Mengobati Sendiri Selama Sebulan Terakhir (Persen), 2021-2023,” 2023. [Online]. Available: https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTk3NCMy/persentase-penduduk-yang-mengobati-sendiri-selama-sebulan-terakhir--persen-.html
T. Ilmi, Y. Suprihatin, and N. Probosiwi, “Hubungan Karakteristik Pasien dengan Perilaku Swamedikasi Analgesik di Apotek Kabupaten Kediri, Indonesia,” J. Kedokt. dan Kesehat., vol. 17, no. 1, p. 21, 2021, doi: 10.24853/jkk.17.1.21-34.
N. Kurniawati, “Swamedikasi dan Pelayanan Informasi Obat (PIO),” in Farmasi Klinis, 1st ed., A. Prodyanatasari, Ed. Malang: Future Science, 2024, pp. 35–47. [Online]. Available: http://farmasi.uin-malang.ac.id/departemen/teknologi-farmasi-komunitas/
A. Susanto, H. Purwantiningrum, and M. P. Sari, “Effects of self-medication reasons, television advertisements, and pharmaceutical professionals’ roles on self-medication practices,” J. Public Heal. Dev., vol. 21, no. 2, pp. 179–188, 2023, doi: 10.55131/jphd/2023/210215.
Samsul Hadi, Indryani Syarifuddin, Kunti Nastiti, Pertiwi Awilda, Sheila Nurrahmah, and Siti rahimah, “Edukasi Cara Minum Obat Maag yang Benar (Antasida, Ranitidine & Omeprazole) pada Pasien Rawat Jalan Puskesmas Rawat Inap Cempaka,” J. Pengabdi. Masy. Indones. Sejah., vol. 3, no. 1, pp. 49–55, 2024, doi: 10.59059/jpmis.v3i1.1550.
B. Shetty and M. K. Vishwanath, “An expert opinion on antacids: A review of its pharmacological properties and therapeutic efficacy,” F1000Research, vol. 11, no. May, p. 1057, 2022, doi: 10.12688/f1000research.124024.1.
V. Garg, P. Narang, and R. Taneja, “Antacids revisited: review on contemporary facts and relevance for self-management,” J. Int. Med. Res., vol. 50, no. 3, 2022, doi: 10.1177/03000605221086457.
A. Wiesner, M. Zwoli?ska-Wcis?o, and P. Pa?ko, “Effect of food and dosing regimen on safety and efficacy of proton pump inhibitors therapy—a literature review,” Int. J. Environ. Res. Public Health, vol. 18, no. 7, 2021, doi: 10.3390/ijerph18073527.
J. Orpen-Palmer and A. J. Stanley, “Update on the management of upper gastrointestinal bleeding,” BMJ Med., vol. 1, no. 1, p. e000202, 2022, doi: 10.1136/bmjmed-2022-000202.
E. Mora et al., “Gambaran Tingkat Pengetahuan Waspada Obat Kadaluwarsa dan/atau Rusak pada Siswa SMAN 10 Pekanbaru,” J. Pengabdi. Masy. Indones., vol. 4, no. 5, pp. 823–827, 2024, doi: 10.52436/1.jpmi.2981.
S. S. Sidabutar and C. J. Waruwu, “Metode Ceramah dan Media Leaflet terhadap Pengetahuan Ibu dalam Pencegahan ISPA,” Wind. Heal. J. Kesehat., vol. 5, no. 4, pp. 706–712, 2022, doi: 10.33096/woh.v5i04.16.
Y. P. I. Lestari, Rusdah, Agustina Tri Wahyuni, Nor Azizah Rahmah Sari, and Nor Syifa, “Education on Treatment of Gastric Disorders, Self-Medication of Gastric Medicines, and DAGUSIBU in Karang Bunga Village,” Borneo Community Dev., vol. 5, no. 1, pp. 16–22, 2025, doi: 10.35747/bcd.v5i1.1185.
P. Simbolon, Robin Bastian Waruwu, Grace Putri Laia, and Ita Monita Munthe, “Penyuluhan Kesehatan Tentang Penyakit Gastritis pada Mahasiswa Prodi MIK STIKes Santa Elisabeth Medan Tahun 2023,” PaKMas J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 3, no. 2, pp. 167–172, 2023, doi: 10.54259/pakmas.v3i2.2125.
E. Susetyo et al., “Profil Pengetahuan Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Terhadap Penggunaan Obat Antasida,” J. Farm. Komunitas, vol. 7, no. 2, p. 48, 2020, doi: 10.20473/jfk.v7i2.21805.
R. R. Fauzia, A. S. Harvyani, and A. A. Zuniarto, “Pengaruh Penggunaan Video Terhadap Pengetahuan Swamedikasi Obat Maag Pada Mahasiswa Non Kesehatan,” J. Kesehat. Bakti Tunas Husada J. Ilmu-ilmu Keperawatan, Anal. Kesehat. dan Farm., vol. 22, no. 1, pp. 97–103, 2022, doi: 10.36465/jkbth.v22i1.907.


