Pembentukan Peer Educator Pencegahan Bullying Di SD Inpres Naibonat Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur

Authors

  • Fepyani Thresna Feoh Program Studi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Citra Bangsa
  • Istha Leanni Muskananfola Program Studi Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Citra Bangsa
  • Roswita Lioba Nahak Program Studi PGSD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Citra Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.52436/1.jpmi.3880

Keywords:

Pembentukan Peer educator, Pencegahan Bullying, Siswa

Abstract

Perilaku bullying dapat memberikan dampak yang negatif baik bagi korban, pelaku dan saksi bullying, khususnya masalah kesehatan mental. Perlu diterapkan suatu strategi pemberdayaan siswa melalui pembentukan peer educator pencegahan bullying di sekolah. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di UPTD SD Inpres Naibonat Kabupaten Kupang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan siswa melalui pelatihan peer educator pencegahan bullying serta meningkatkan pengetahuan siswa tentang bullying, dengan demikian dapat meningkatkan keterampilan dan sikap siswa dalam melakukan tindakan pencegahan bullying. Kegiatan ini dilakukan dalam 2 metode yaitu Pendidikan Kesehatan dengan Media Buku Cerita Bergambar Tentang Bullying dan Pelatihan Peer Educator Pencegahan Bullying. Setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media buku cerita bergambar tentang bullying, 87,3% siswa memiliki pengetahuan yang baik tentang bullying. Selain itu, 75% siswa memiliki keterampilan yang baik sebagai peer educator pencegahan bullying. Di UPTD SD Inpres Naibonat telah terbentuk kelompok peer educator pencegahan bullying yang dapat menjadi penyebar informasi tentang bullying dan  menjadi role model dalam perilaku anti bullying.

Downloads

Download data is not yet available.

References

L. Oktaviana, “Hubungan Antara Konformitas Dengan Kecenderungan Perilaku Bullying,” Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta, 2014.

N. Putri, A. Amalia, and T. Haryati, “Pengaruh Bullying Terhadap Kesehatan Mental Siswa,” J. Ilm. Glob. Educ., vol. 4, no. 3, pp. 1819–1824, Sep. 2023, doi: 10.55681/JIGE.V4I3.1250.

M. M. Stephens, H. T. Cook-Fasano, and K. Sibbaluca, “Childhood Bullying: Implications for Physicians,” Am. Fam. Physician, vol. 97, no. 3, pp. 187–192, Feb. 2018.

P. Y. A. Dewi and P. Y. A. Dewi, “Perilaku School Bullying Pada Siswa Sekolah Dasar,” Edukasi J. Pendidik. Dasar, vol. 1, no. 1, pp. 39–48, Jun. 2020, doi: 10.55115/edukasi.v1i1.526.

L. Rahma Aulia, N. Kholisoh, V. Zikra Rahma, D. Rostika, and R. Sudarmansyah, “Pentingnya Pendidikan Empati Untuk Mengurangi Kasus Bullying Di Sekolah Dasar,” Morfol. J. Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya, vol. 2, no. 1, pp. 71–79, Jan. 2024, doi: 10.61132/MORFOLOGI.V2I1.291.

D. N. Rachmah, “Empati pada pelaku bullying,” J. Ecopsy, vol. 1, no. 2, pp. 51–58, Oct. 2016, doi: 10.20527/ECOPSY.V1I2.487.

V. Zambuto, B. E. Palladino, A. Nocentini, and E. Menesini, “Voluntary Vs Nominated Peer Educators: a Randomized Trial within the NoTrap! Anti-Bullying Program,” Prev. Sci., vol. 21, no. 5, pp. 639–649, Jul. 2020, doi: 10.1007/S11121-020-01108-4/TABLES/3.

A. Majid et al., “Inovasi Program Sosialisasi Stop Bullying melalui Pendekatan Peer Education di MTs Minhajutthullab,” Eastasouth J. Posit. Community Serv., vol. 3, no. 01, pp. 9–14, Sep. 2024, doi: 10.58812/EJPCS.V3I01.267.

V. Zambuto, F. Stefanelli, B. E. Palladino, A. Nocentini, and E. Menesini, “The Effect of the NoTrap! Antibullying Program on Ethnic Victimization: When the Peer Educators’ Immigrant Status Matters,” Dev. Psychol., vol. 58, no. 6, pp. 1176–1187, Mar. 2022, doi: 10.1037/DEV0001343.

N. L. Gray and M. E. Gardiner, “Educator-Peer Workplace Bullying: Why Leadership Must Address Incivility and Create a Quilt of Caring in the School,” J. Sch. Leadersh., vol. 23, no. 5, pp. 823–845, Sep. 2013, doi: 10.1177/105268461302300504.

Published

2026-03-16

How to Cite

Feoh, F. T., Muskananfola, I. L., & Nahak, R. L. (2026). Pembentukan Peer Educator Pencegahan Bullying Di SD Inpres Naibonat Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 6(1), 146-157. https://doi.org/10.52436/1.jpmi.3880